KUALA SIMPANG – Pihak kepalisian di Aceh Tamiang, dilaporkan telah membentuk dan menyebarkan tiga tim untuk memburu komplotan perampok yang menembak Doni Patria Syahputra (29), staf Bank Mandiri Kuala Simpang, Aceh Tamiang, Kamis (23/7) lalu.

Kapolres Aceh Tamiang, AKBP Drs Hariyanta, kepada Serambi, Jumat (24/7) mengatakan, sejumlah anggota polisi telah disebarkan untuk memburu perampok yang diduga pada malam kajadian mengendarai sepeda motor jenis Kawasaki Ninja. “Polisi terus melakukan evaluasi dan pengembangan di lapangan,” katanya.

Untuk memburu tersangka, pihaknya juga sudah membentuk tiga unit tim, penyelidikan, penyidikan dan penindakan untuk pengembangan kasus tersebut. Mengenai pelaku, kapolres belum mau menduga karena sedang dalam penyelidikan. Sebelumnya dilaporkan bahwa untuk mendapatkan uang haram dengan cara menembak korban terjadi Kamis (23/7) pukul 00.40 WIB di Aceh Tamiang. Korbannya adalah Doni Patria Syahputra (29), pegawai Bank Mandiri, warga Dusun Setia, Desa Kesehatan, Tamiang. Meski didor, korban masih bertahan hidup dan sekarang dirawat intensif di Medan, Sumatera Utara.

Peristiwa penembakan itu terjadi hanya selang 12 jam dari kasus perampokan yang menimpa Mustafa (48), warga Blang Paseh, Kecamatan Langsa Kota, Rabu (22/7) siang. Dalam kasus perampokan uang dari dalam mobil korban itu, kawanan perampok berhasil melarikan uang tunai milik korban Rp 100 juta. Menurut Kapolres Aceh Tamiang, AKBP Drs Hariyanta, kepada Serambi, Kamis (23/7), korban Doni Patria dan adiknya Taufik (25) yang bertugas sebagai pengawas SPBU Seumadam milik abangnya, Toto, dirampok saat hendak memasuki pekarangan rumah mereka naik mobil di Desa Kesehatan. Kedua bersaudara itu baru saja kembali dari stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Seumadam milik abang mereka dengan membawa uang Rp 42 juta hasil penjualan minyak.

Sesampai di depan rumah, korban diancam dengan senjata api laras pendek (pistol) oleh empat pelaku. Doni Patria didor perampok yang bersepeda motor (sepmor) jenis Ninja. “Saat ini polisi sedang memburu keempat tersangka,” ujar Kapolres. Informasi yang diperoleh Serambi kemarin, setiap malam Doni mengambil uang hasil penjualan minyak SPBU milik abangnya untuk dibawa pulang ke rumah dan menurut rencana, esoknya akan disetorkan ke bank. Diduga, para pelaku mengintai dan menguntit korban yang bersama adiknya, Taufik, mengendarai mobil Katana BK 1774 EZ itu sampai ke depan rumahnya.

Doni diperkirakan ditembak saat baru turun dari mobil, ketika hendak membuka pintu pagar rumah. Sementara Taufik yang masih berada di dalam mobil luput dari aksi kekerasan perampok. Ia hanya berteriak histeris dan meminta tolong kepada warga sekitar begitu mendengar suara letusan senjata api dan melihat abangnya rubuh bersimbah darah. Doni merupakan adik Toto, pengusaha SPBU di Desa Seumadam. Saban malam ia menjemput adiknya, Taufik, yang bekerja di SPBU itu sekaligus membawa pulang uang hasil penjualan ke rumah. Namun saat tiba di depan rumah, korban ditembak dan uangnya dibawa kabur komplotan perampok itu.(md)


  1. buru terus pak kapolres, warga tamiang tetap mendukung kerja polisi




Leave a Comment




  • Watch videos at Vodpod and other videos from this collection.