KUALA SIMPANG – Mendapatkan uang haram dengan cara menembak korban terjadi Kamis (23/7) pukul 00.40 WIB di Aceh Tamiang. Korbannya adalah Doni Patria Syahputra (29), pegawai Bank Mandiri, warga Dusun Setia, Desa Kesehatan, Tamiang. Meski didor, korban masih bertahan hidup dan sekarang dirawat intensif di Medan, Sumatera Utara.
Peristiwa penembakan itu terjadi hanya selang 12 jam dari kasus perampokan yang menimpa Mustafa (48), warga Blang Paseh, Kecamatan Langsa Kota, Rabu (22/7) siang. Dalam kasus perampokan uang dari dalam mobil korban itu, kawanan perampok berhasil melarikan uang tunai milik korban Rp 100 juta.
Menurut Kapolres Aceh Tamiang, AKBP Drs Hariyanta, kepada Serambi, Kamis (23/7), korban Doni Patria dan adiknya Taufik (25) yang bertugas sebagai pengawas SPBU Seumadam milik abangnya, Toto, dirampok saat hendak memasuki pekarangan rumah mereka naik mobil di Desa Kesehatan. Kedua bersaudara itu baru saja kembali dari stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Seumadam milik abang mereka dengan membawa uang Rp 42 juta hasil penjualan minyak.
Sesampai di depan rumah, korban diancam dengan senjata api laras pendek (pistol) oleh empat pelaku. Doni Patria didor perampok yang bersepeda motor (sepmor) jenis Ninja. “Saat ini polisi sedang memburu keempat tersangka,” ujar Kapolres. Informasi tambahan yang diperoleh Serambi kemarin, setiap malam Doni mengambil uang hasil penjualan minyak SPBU milik abangnya untuk dibawa pulang ke rumah. Esoknya disetorkan ke bank.
Diduga, para pelaku mengintai dan menguntit korban yang bersama adiknya, Taufik, mengendarai mobil Katana BK 1774 EZ itu sampai ke depan rumahnya. Menjelang sepuluh meter lagi dari pintu pagar rumah, korban langsung didor perampok. Dengan cekatan para perampok mengambil uang yang ada di dalam mobil korban.
Doni diperkirakan ditembak saat baru turun dari mobil, ketika hendak membuka pintu pagar rumah. Sementara Taufik yang masih berada di dalam mobil luput dari aksi kekerasan perampok. Ia hanya berteriak histeris dan meminta tolong kepada warga sekitar begitu mendengar suara letusan bedil dan melihat abangnya rubuh bersimbah darah.
Doni merupakan adik Toto, pengusaha SPBU di Desa Seumadam. Saban malam ia menjemput adiknya, Taufik, yang bekerja di SPBU itu sekaligus membawa pulang uang hasil penjualan ke rumah. Uang yang dibawa malam itu, hendak disetorkan kepada abangnya yang tinggal serumah dengannya.
Ketika hampir sampai di depan rumah, korban langsung ditembak perampok dan uangnya dibawa kabur. Untungnya, tembakan yang mengenai tubuh Doni tidak menyebabkannya meregang nyawa. Setelah dievakuasi dari tempat kejadian dan mendapat pertolongan medis dari RSUD Tamiang, malam itu juga korban dirujuk ke sebuah rumah sakit di Medan, Sumatera Utara. (md)
No Comments Yet