KUALA SIMPANG – Kabupaten Aceh Tamiang dipastikan akan ikut berpartisipasi pada arena PKA VIII yang akan digelar Agustus 2009 nanti. Aceh Tamiang akan menyuguhkan budaya Tamiang dalam ajang tersebut.

Sekretaris Panitia PKA Aceh Tamiang, Amirudin Y kepada Serambi, Selasa (24/3), guna memeriahkan acara tersebut Pemkab Aceh Tamiang telah membentuk Pantia PKA Aceh Tamiang. Panitia ini akan bertugas menggelar keberadaan kebudayaan Aceh Tamiang di arena PKA yang akan disaksikan masyarakat.

Pagelaran kebudayaan yang akan dipersaksikan menyangkut seni tari dari Aceh Tamiang yang mengombinasikan tarian Melayu, Aceh, Cina, Jawa, Gayo dan berbagai tarian etnis lainnya. Perpaduan berbagai etnis budaya ini, kata Amiruddin, menandakan Aceh Tamiang sebagai bagian dari wilayah Provinsi NAD yang sangat terbuka bagi siapapun. Bahkan gambaran itu akan dipersaksikan dalam beberapa pagelaran budaya.

Begitupun secara umum peran budaya Melayu akan mewarnai keberadaan budaya yang akan digelar. Baik seni tari, musik, makanan tradisional, perkawinan adat dan sejumlah pernik-pernik seni lainnya yang akan ditampilkan. Sedikitnya akan terlibat sekitar 150 orang pelaku seni dan budaya yang berasal dari Aceh Tamiang dalam pagelaran PKA yang kini sudah dipersiapkan secara matang.

Secara terpisah Sekretaris Dewan Kesenian Aceh Tamiang (DKAT), M Hanafiah yang akrab dipanggil Agam Fawirsa kepada Serambi mengatakan pihaknya akan menyeleksi secara umum pagelaran tari yang akan ditampilkan di PKA. Baik penarinya, tariannya, pelatih, maupun sanggar mana yang akan ditampilkan. Karena, katanya, pagelaran seni budaya yang ditampilkan pada arena PKA tidak boleh “cilet-cilet”.

Kata Agam, dipastikan semua daerah mau tampil lebih eklusif memperkenalkan budaya daerahnya meskipun sama-sama berasal dari Aceh. Apalagi Aceh Tamiang merupakan daerah yang keberdaannya lebih dekat dengan Sumatera Utara (Sumut). Sehingga warna dari budaya dan seni yang akan ditampilkan pasti sedikit banyaknya diwarnai dengan budaya Melayu, Jawa, Aceh, Gayo, dan bahkan Cina.

Menurut Agam, perpaduan seni budaya itu karena memang warga di Aceh Tamiang tidak didominasi oleh suku Melayu. Bahkan diperkirakan sekitar 50 persen penduduk Aceh Tamiang adalah etnis Jawa. Kemudian Melayu, Aceh, Padang, Cina dan bahkan ada juga suku dari India yang hidup di Aceh Tamiang hingga saat ini.

Dengan demikian, Agam mengaku telah melakukan pembicaraan secara serius dengan panitia PKA Aceh Tamiang untuk pagelaran seni budaya yang akan digelar di PKA VIII di Banda Aceh awal Agustus 2009 mendatang. Kata Agam, kurun waktu persiapan menjelang pelaksanaan PKA meskipun masih ada sekitar empat bulan lebih lagi, tapi persiapan untuk pagelaran seni budaya itu harus dilakukan secara terprogram. (an)

Sumber : Serambi Indonesia


Leave a Comment




  • Watch videos at Vodpod and other videos from this collection.