Laporan : Chairu Dalpen – Gipsi FM
KabaraGawat : Sejumlah pengrajin batu bata di Kabupaten Aceh Tamiang, harapkan perhatian pemerintah setempat guna mengembagkan usaha mereka, karena dianggap sulit memperoleh bantuan kredit modal usaha dari pihak perbankan.
Menurut Budiman, 36, salah seorang pengrajin di Gampong Matang Tepah Kecamatan Mayak Payed Kabupaten Aceh Tamiang, Selasa (29/4), mereka merasa dipersulit saat berurusan dengan pihak bank. “ Tapi kalau kita dipersulit, dipersulitnya… karna kita banyak keluarnya misalnya nanti pertahap, 1 tahap nanti keluarnya 3 juta cuma yang bisa dibawa pulang uang cuma 1 juta setengah yang lain untuk sogok dulu.
Tahap kedua nanti baru bisa keluar sekitar dibawah sepuluh, delapan atau tujuh juta, jadi pakek sogok juga dari pertama kasir sampai atas, karna kita tidak ada orang dalam, jadi kalau tidak kita kasih uang, permohonan kita pun tidak lihat.” keluh Budiman,yang biasa disapa agam oleh masyarakat setempat.
Untuk itu mereka sangat berharap adanya perhatian dari pihak pemerintah daerah setempat guna mengatasi kekurangan modal usahan ini, seperti menyalurkan bantuan kredit lunak tanpa harus ada berbagai macam potongan.
No Comments Yet